24 Juli 2019   12:45 WIB

HARGA ANJLOK,ASN DINAS PERTANIAN BORONG CABAI PETANI LOKAL

HARGA ANJLOK,ASN DINAS PERTANIAN BORONG CABAI PETANI LOKAL

HARGA ANJLOK,ASN DINAS PERTANIAN BORONG CABAI PETANI LOKAL

BLORA. Anjloknya harga cabai merah saat musim panen disikapi Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan kabupaten Blora dengan memborong langsung dari petani. Jumat pagi (18/1/2019), beberapa petani dari Desa Purworejo membawa ratusan kilogram cabai merah segar yang baru saja dipetik ke Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan.

Setibanya di Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, ratusan kilogram cabai merah segar dalam karung plastik langsung ditumpahkan di pelataran untuk dibungkusi dan dikemas masing-masing dua kilogram dan satu kilogram.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Ir.Reni Miharti M.Agr.Bus ikut langsung  dalam proses pembungkusan cabai merah segar ini bersama sejumlah pegawai yang ada di kantornya, untuk kemudian dibagikan kepada seluruh ASN.

“Pembelian langsung dari petani ini sebagai salah satu upaya untuk menstabilkan harga cabai merah. Pasalnya harga beli para tengkulak ke petani hanya sekitar Rp.8.000,- hingga Rp.9.000,- per kilogram. Dengan harga segitu, petani merugi. Kami ingin menolong para petani,” ucap Ir.Reni Miharti M.Agr.Bus.

Kali ini pihaknya membeli langsung ke petani dengan harga yang lebih layak, yakni Rp.14.000 per kilogramnya. Sehingga petani bias mendapatkan keuntungan lebih besar.

“Sesuai arahan Bapak Bupati melalui Sekretaris Daerah yang meminta agar  seluruh ASN ikut turun andil dalam penstabilan harga cabai dengan membeli 200 kilogram. Secara bertahap, dinas OPD lainnya juga akan melakukan hal yang sama,” lanjut Ir. Reni Miharti. M.Agr. Bus.

Jika hal ini bias dilakukan, diharapkan harga cabai kembali normal dan para tengkulak tidan seenaknya sendiri menentukan harga komoditas hortikultura. Sehingga petani bias menikmati hasil panennya dengan baik.

Sukirno dan Fikri, para petani dari Gapoktan Bina Tani Desa Purworejo, Kecamatan Blora, yang mengantarkan cabai merah ke Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan mengaku senang karena hasil tanamanannya bias terbeli dengan harga tinggi sehingga bias menikmati keuntungan.

“Kemarin tengkulak hanya memberi harga Rp.9.000,- per kilogram. Tidak menutup biaya produksi, malah rugi. Alhamdulillah ini dipesan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan dengan harga Rp.14.000,- per kilogramnya sehingga sudah mendapatkan keuntungan,” ucap sukirno

Pihaknya berharap seluruh kantor yang ada di Kabupaten Blora bias bersama-sama membantu petani dengan membeli cabai hasil panennya. Harga Rp.14.000 hingga Rp.15.000,- itu menurutnya masihn murah dan dibawah harga pasar, namnun perani sudah untung.

Di desa kami  ada lahan cabai merah seluas 30 hektare yang semuanya mulai masa panen pertama. Jika semua cabai bias dibeli langsung oleh para ASN di Kabupaten Blora, betapa senangnya para petani,’lanjutnya. Dirinya menuturkan jenis cabai merah yang ditanam adalah verietas Lado dan Kiyo. Kuakitasnya bagus dan berukuran besar. Jika masih ada yang mau beli, Sukirno selaku Ketua Gapoktan Bina Tani bersedia untuk menyediakan cabai merahnya.


Info